|
|
Dari ungkapan-ungkapan di atas, jelas sekali bahwa membaca shalawat kepada Nabi, pada dasarnya mengandung makna cinta, mengagungkan, dan diikuti dengan melaksanakan sunnah secara total.dalam kaitannya dengan ungkapan tadi, pengarang Jawahir al-Ma'ani, mengutip ayat al-Qur'an Surat Ali Imran ayat 21 :
قل ان كنتم تحبّون الله فاتبعونى.
Artinya : "katakanlah wahai Muhammad, apabila kamu sekalian mencitai Allah, maka ikutilah aku."
Ayat ini menegaskan bahwa mengikuti Rasul merupakan tanda mahabbah seseorang terhadap Tuhannya. Selanjutnya dalam jawahir al-Ma'ani dikatakan :
"Mahabbah terhadap Allah harus dibuktikan dengan mengikuti kekasih-Nya (Nabi Muhammad saw.) secara lahir dan batin, membenarkan seluruh beritanya, taat teradap seluruh perintahnya, memenuhi segala segala panggilannya, memfana'kan mahabah terhadap yang lain dengan mahabbah terhadapnya, dan memfana'kan taat kepada yang lain dengan taat kepadanya. Kalau tidak demikian, tidaklah dikatakan mahabbah, sehingga Rasul dijadikan sebagai obat hati sanubari, istirahat jiwa, dan merupakan kenikmatan ruh." (¬1)
Dengan demikian apabila murid telah merasakan keadaan-keadaan seperti disebutkan di atas, maka barulah ia bisa dikatakan sudah berada dalam maqam Mahabbah ar-Rasul. Tanda-tanda bahwa murid yang bersangkutan berada dalam Mahabbah ar-Rasul adalah :
"Ia selalu rindu untuk bertemu dengan al-Mahbub, dan terus menerus mempalajari sunnahnya". (¬2)
¬__________
(¬1) Ibid
(¬2) Ibid.
buku-tijaniyah
|