![]() |
Perpustakaan tijani & skiredj --> Tidjani buku dalam bahasa Indonesia--> buku: TARBIYYAH TAREKAT TIJANIYAH --> 47 |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Copyright Cheikh-skiredj.com All Rights Reserved |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Dengan demikian, Tuhan telah menentukan siapa saja dari hamba-hambanya yang dapat mencapai anugerah ma'rifah. (Menurut al-Junaid, pada masa azali Tuhan telah menentukan anugrah ma'rifah, yakni pada masa ketika ruh-ruh mengadakan perjanjian dengan Allah dan mengakuinya-Nya sebagai Tuhan mereka, jauh sebelum mereka masuk kedalam jasmani manusia. Al Junaid menegaskan bahwa pada waktu inilah, sebenarnya tuhan menentukan dan memilih hamba-hamba-Nya yang akan dapat menerima ma'rifah. Sehingga mereka yang dapat dan menerima ma'rifah di dunia. Sesungguhnya hanya mengulangi apa yang telah mereka alami pada masa azali. Namun setelah ruh masuk kedalam jasmani manusia, banyak dikotori oleh berbagai keinginan duniawi yang mengakibatkan mereka tidak lagi suci seperti semula. Oleh sebab itu, untuk dapat mencapai ma'rifah yang dianugrahkan Tuhan, maka ruh tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu dengan menghapuskan semua keinginan pada duniawi. Namun demikian, untuk mencapai kesucian sebagaimana semula, bukanlah suatu pekerjaan yang mudah sehingga tidak semua manusia dapat melakukannya. Hanya kepada mereka inilah, Tuhan memberikan ma'rifah tentang diri-Nya)..( Hamdan Anwar:117).
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
| الواجهة الرئيسية للموقع
| version française du site
| المكتبة السكيرجية التجانية
| اقتناء الكتب
| Contact للاتصال
| 9 Languages
|